PERSPEKTIF BIOLOGI DALAM PSIKOLOGI

Nama : Nuruliza Ferdina

NIM   : 2310322011

Kelas : Psikologi B

 

A. Cara Kerja Neuron dan Nerves

 Salah satu komponen utama sistem saraf adalah sel saraf (neuron). Dalam kegiatannya, saraf mempunyai hubungan kerja seperti mata rantai (berurutan) antara reseptor dan efektor. Reseptor adalah satu atau sekelompok sel saraf (neuron) dan sel lainnya yang berfungsi mengenali rangsangan tertentu yang berasal dari luar atau dari dalam tubuh. Efektor adalah sel atau organ yang menghasilkan tanggapan terhadap rangsangan, contohnya adalah otot dan kelenjar. Fungsi sel saraf (neuron) adalah mengirimkan pesan (impuls) yang berupa rangsang atau tanggapan. sel saraf (neuron) terdiri tiga bagian utama yaitu badan sel, dendrit dan neurit (akson).

1. Badan Sel: Badan sel saraf mengandung inti sel dan sitoplasma.

2. Dendrit: Dendrit adalah serabut-serabut yang merupakan penjuluran sitoplasma. Dendrit berfungsi membawa rangsangan ke badan sel.

3. Akson: Sebuah neuron memiliki satu akson. Akson berfungsi untuk membawa rangsangan dari badan sel ke sel saraf lain. Neurit dibungkus oleh selubung lemak yang disebut mielin yang terdiri atas perluasan membran sel Schwann. Selubung ini berfungsi untuk isolator dan pemberi makan sel saraf.

 Saraf adalah sekumpulan neuron yang terhubung dalam sistem saraf. Saraf dapat diklasifikasikan menjadi saraf sensorik (saraf aferen), saraf motorik (saraf eferen), dan saraf interneuron. Saraf sensorik menerima rangsangan dari lingkungan eksternal atau internal dan mengirimkannya ke otak dan sumsum tulang belakang untuk pengolahan lebih lanjut. Saraf motorik mengirimkan sinyal dari otak dan sumsum tulang belakang ke otot dan kelenjar untuk menghasilkan respons atau tindakan. Saraf interneuron berada di dalam sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) dan berperan dalam pemrosesan dan pengiriman sinyal di antara neuron sensorik dan motorik.

 

B. Sistem Saraf  Tepi dan Pusat

 1. Sistem saraf pusat

Sistem saraf pusat merupakan suatu sistem yang menerima dan menafsirkan informasi atau rangsangan dari sel-sel saraf tepi yang tersebar di seluruh tubuh. Bagian-bagian tubuh manusia yang termasuk dalam sistem saraf pusat adalah:

a. Otak, merupakan organ yang berfungsi sebagai pusat kendali tubuh. Organ vital ini bekerja dengan cara mengendalikan pikiran, sensasi, gerakan, kesadaran, dan ingatan seseorang. Otak besar terdiri dari otak besar, otak kecil, batang otak dan bagian kecil lainnya yang dilindungi oleh tengkorak dan meningen. Ada juga cairan serebrospinal yang beredar di sekitar otak dan sumsum tulang belakang.

b.Sumsum tulang belakang, merupakan bagian tubuh yang tersusun dari kumpulan serabut saraf dan berfungsi menghubungkan otak dengan bagian tubuh lainnya melalui batang otak. Sumsum tulang belakang bertanggung jawab untuk mengirimkan sinyal dari otak ke bagian tubuh lain dan sebaliknya.

c. Neuron, sel-sel saraf yang merupakan bagian dari unit kerja sistem saraf pusat manusia saling berkomunikasi untuk mengirimkan impuls saraf dan menghasilkan respons. Setiap neuron terdiri dari tiga bagian dasar, badan sel, dendrit, dan akson.

 

2. Sistem saraf tepi

Sistem saraf tepi (peripheral neural system) merupakan bagian sistem saraf manusia yang meliputi saraf-saraf yang bercabang dari sistem saraf pusat. Fungsi sistem saraf tepi adalah mengirimkan informasi dari otak dan sumsum tulang belakang ke seluruh organ tubuh. Berdasarkan fungsinya, sistem saraf tepi dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

1. Sistem saraf somatik

Sistem saraf bertugas meneruskan informasi dari saraf motorik dan sensorik pada mata, telinga, kulit, dan otot ke sistem saraf pusat dan meneruskan instruksi dari otak untuk menghasilkan respon. Sistem saraf ini mengontrol semua gerakan sadar.

2. Sistem saraf otonom

Sistem saraf secara tidak sadar mengontrol fungsi kelenjar atau organ dalam tubuh. Sistem saraf otonom terdiri dari dua cabang, sistem simpatis untuk mengatur respon tubuh terhadap ancaman atau stres (berlari atau melawan) dan sistem simpatis untuk mengatur organ otot agar dapat berfungsi maksimal dan rileks (istirahat dan pencernaan).

 Selanjutnya, berdasarkan asal cabangnya, sistem saraf tepi juga dapat dibedakan menjadi:

1. Saraf kranial, yaitu 12 pasang saraf yang berasal dari otak untuk mengumpulkan informasi antara otak dan seluruh tubuh. Peran saraf kranial adalah mengontrol fungsi motorik dan sensorik tubuh.

2. Saraf tulang belakang, tepatnya 31 pasang saraf, berasal dari sumsum tulang belakang (spinal cord) dan berfungsi menghantarkan impuls dari dan ke otak serta mengatur gerakan refleks.

 

C. Sistem Kerja Kelenjar Endokrin

 Kelenjar endokrin adalah organ dalam sistem endokrin tubuh yang menghasilkan hormon. Hormon adalah zat kimia yang diproduksi oleh kelenjar endokrin dan dilepaskan ke dalam aliran darah, di mana mereka diangkut ke berbagai organ dan jaringan dalam tubuh untuk mengatur berbagai fungsi tubuh. Kelenjar endokrin adalah bagian penting dari sistem pengaturan internal tubuh dan berperan dalam mengatur proses seperti pertumbuhan, metabolisme, reproduksi, respons terhadap stres, dan keseimbangan kimia tubuh secara keseluruhan. Contoh kelenjar endokrin meliputi kelenjar tiroid, pankreas, kelenjar adrenal, kelenjar pituitari, dan lain-lain. Produksi hormon oleh kelenjar endokrin diatur oleh mekanisme umpan balik yang melibatkan organ-organ lain, seperti hipotalamus dan hipofisis. Hipotalamus, yang terletak di otak, berfungsi sebagai "pusat kendali" yang memonitor konsentrasi hormon dalam darah dan mengirimkan sinyal ke kelenjar endokrin untuk merangsang atau menghentikan produksi hormon.

 

D. Studi Tentang Otak, Struktur, dan Fungsi Otak

 Studi tentang otak adalah bidang ilmu yang disebut sebagai neurosains atau ilmu saraf.  Ini adalah disiplin ilmu yang berfokus pada pemahaman struktur, fungsi, perkembangan, dan gangguan otak dan sistem saraf. Ilmu saraf mencakup berbagai aspek, termasuk neuroanatomi (struktur otak), neurofisiologi (aktivitas otak dan sistem saraf), neurokimia (kimia otak), neurogenetika (genetika sistem saraf), serta ilmu kognitif dan neuropsikologi yang membahas proses berpikir dan perilaku terkait otak.

  •  Hemisfer Otak: Otak manusia terdiri dari dua hemisfer yang masing-masing terhubung dengan berbagai fungsi kognitif. Hemisfer kiri umumnya terkait dengan kemampuan berbicara, pemrosesan bahasa, logika, dan analisis. Hemisfer kanan berperan dalam pemahaman citra, kreativitas, dan pengenalan pola.   
  • Bagian-Bagian Utama: Otak manusia memiliki beberapa bagian penting, termasuk korteks serebral, lobus frontalis, lobus parietal, lobus temporal, lobus oksipital, amigdala, hipotalamus, hipokampus, dan banyak lagi.    
  • Sistem Saraf: Otak terhubung ke tubuh melalui sistem saraf, termasuk sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) dan sistem saraf tepi (saraf-saraf yang menjalari tubuh).

 Fungsi Otak:

  • Kognisi: Otak bertanggung jawab atas proses kognitif, seperti pemikiran, persepsi, ingatan, dan pengambilan keputusan.       
  • Emosi: Struktur otak seperti amigdala dan hipotalamus berperan dalam mengatur emosi, respons terhadap perasaan, dan persepsi kebahagiaan atau ketakutan.        
  • Gerakan: Bagian-bagian tertentu dari otak, termasuk korteks motorik otak, berperan dalam mengendalikan gerakan tubuh dan koordinasi otot.   
  • Penginderaan: Otak menerima dan memproses informasi sensorik dari panca indera seperti penglihatan, pendengaran, perasaan, penciuman, dan perasaan rasa.

 

Referensi:

1. Ciccarelli, Saundra K. : White, J. Noland. 2017. Psychology 5th Ed. Pearson Education. New Jersey

2. Muhid, Abdul and Fauziah, Nailatin and Balgies, Sofy and Mukhoyyaroh, Tatik. 2013. Psikologi Umum: Buku Perkuliahan Program S-1 Program Studi Psikologi Fakultas Dakwah IAIN Sunan Ampel Surabaya. Surabaya: IAIN SA press

Komentar