Nama : Nuruliza Ferdina
Nim : 2310322011
Kelas : B
- pengertian kepribadian
Kepribadian adalah bidang psikologi yang di dalamnya terdapat beberapa cara untuk menjelaskan karakteristik perilaku manusia. Meskipun penyelidikan tentang kepribadian telah dimulai sejak abad ke-4 SM (Dumont, 2010), salah satu alasan mengapa tidak ada penjelasan tunggal mengenai kepribadian adalah karena kepribadian masih sulit diukur secara tepat dan ilmiah, dan berbagai perspektif tentang kepribadian pun bermunculan. Secara keseluruhan, perspektif-perspektif tersebut cenderung meneliti sumber kepribadian, seperti kecenderungan perilaku individu atau variabel situasional, yang keduanya merupakan pengaruh yang mungkin disadari atau tidak disadari (Mischel & Shoda, 1995).
- pembentukan kepribadian
Freud percaya bahwa perkembangan kepribadian terjadi dalam serangkaian tahap psikoseksual yang ditentukan oleh perkembangan seksualitas anak.
1. Oral Stage (0-18 bulan)
Tahap pertama disebut tahap oral karena zona sensitif seksualnya adalah mulut. Menurut Freud, konflik yang dapat muncul di sini adalah mengenai penyapihan.
2. Anal Stage (18-36 bulan)
Saat anak menjadi balita, Freud percaya bahwa zona sensitif seksual berpindah dari mulut ke anus, ia juga percaya bahwa anak-anak menikmati menahan dan melepaskan kotoran mereka. Oleh karena itu, tahap ini disebut tahap anal.
3. Phallic Stage (3-6 tahun)
Seiring dengan bertambahnya usia anak, zona sensitif seksual bergeser ke alat kelamin. Freud pada dasarnya percaya bahwa anak laki-laki mengembangkan ketertarikan seksual pada ibu mereka dan kecemburuan pada ayah mereka selama tahap ini, sebuah fenomena yang disebut kompleks Oedipus.
4. Lantency Stage (6-pubertas)
Dari usia 6 tahun hingga awal pubertas, anak-anak akan tetap berada dalam tahap perasaan seksual yang tersembunyi atau laten, sehingga tahap ini disebut latensi. Dalam Pada tahap ini, anak-anak tumbuh dan berkembang secara intelektual, fisik, dan sosial tetapi tidak secara seksual.
5, Genital Stage
Ketika pubertas dimulai, perasaan seksual yang tadinya tertekan tidak bisa lagi diabaikan. Tubuh berubah dan dorongan seksual seksual kembali muncul dalam pikiran, tetapi sekarang mereka tidak lagi menargetkan orang tua. Sebaliknya, remaja lain, selebriti, dan objek lainnya akan menjadi pusat keingintahuan dan ketertarikan seksual.
- perspektif dalam menjelaskan kepribadian:
1. Psikoanalisa
-Struktur pikiran
Menurut Freud (1900), pikiran terdiri dari tiga bagian, yaitu alam bawah sadar, alam sadar, dan alam tidak sadar. Menurut Freud, ada bagian dari pikiran yang selalu tersembunyi. Bagian ini hanya muncul dalam bentuk simbolis dalam mimpi dan dalam beberapa tindakan. Freud percaya bahwa alam bawah sadar adalah komponen terpenting yang membentuk perilaku dan kepribadian manusia.
-Pembagian Kepribadian
ID: Id adalah bagian pertama dan paling primitif. Id adalah kata Latin yang berarti "itu" dan merupakan bagian kepribadian yang tidak disadari yang berisi semua dorongan biologis dasar, seperti lapar, haus, mempertahankan diri, dan seks.
EGO: Ego berasal dari kata Latin yang berarti "aku", sebagian besar bersifat sadar dan jauh lebih rasional, logis, dan licik daripada id. Ego bekerja berdasarkan prinsip realitas, yaitu kebutuhan untuk memuaskan keinginan id hanya dengan cara yang tidak akan menimbulkan konsekuensi negatif, yang berarti bahwa ego terkadang memutuskan untuk menolak keinginan id karena konsekuensi tertentu.
SUPEREGO: Superego juga berasal dari bahasa Latin, yang berarti "di atas diri". Superego muncul saat anak-anak prasekolah mempelajari norma, kebiasaan, dan ekspetasi masyarakat. Hati nurani, bagian dari kepribadian yang membuat orang merasa bersalah ketika mereka melakukan sesuatu yang salah, dikenal sebagai superego.
Mekanisme pertahanan psikologis adalah cara-cara untuk mengatasi kecemasan dengan cara mendistorsi persepsi seseorang terhadap realitas secara tidak sadar. Agar ketiga bagian kepribadian berfungsi, konflik konstan di antara mereka harus dikelola, dan Freud berasumsi bahwa mekanisme pertahanan adalah salah satu alat yang paling penting untuk mengatasi kecemasan yang disebabkan oleh konflik ini.
2. Behavioral dan social kognitive
Kaum behavioris menganggap kepribadian sebagai kumpulan reaksi atau kebiasaan yang dipelajari. Watson dan Skinner berpendapat bahwa tindakan manusia atau hewan adalah respons terhadap rangsangan yang telah dikondisikan atau diperkuat.
Para ahli teori pembelajaran kognitif sosial berpendapat bahwa pembelajaran observasional, pemodelan, dan teknik pembelajaran kognitif lainnya dapat mengarah pada pembentukan pola-pola kepribadian. Dalam pandangan kognitif sosial, perilaku tidak hanya diatur oleh pengaruh rangsangan eksternal dan pola respons tetapi juga oleh proses kognitif seperti mengantisipasi, menilai, memori serta belajar melalui peniruan model.
-Reciprocal Determinism and Sel-Efficacy
Bandura (1989) percaya bahwa ada tiga faktor yang saling mempengaruhi dalam menentukan pola perilaku yang membentuk kepribadian, yaitu lingkungan, perilaku itu sendiri, dan faktor personal atau kognitif yang dibawa orang tersebut ke dalam situasi dari pengalaman-pengalaman sebelumnya. Ketiga faktor ini masing-masing mempengaruhi dua faktor lainnya dalam hubungan timbal balik, atau memberi dan menerima. Bandura menyebut hubungan ini sebagai determinisme timbal balik.
Salah satu variabel pribadi yang lebih penting yang dibicarakan Bandura adalah efikasi diri, ekspektasi seseorang tentang seberapa efektif usahanya untuk mencapai suatu tujuan dalam situasi tertentu (Bandura, 1998). Rasa efikasi diri seseorang bisa tinggi atau rendah, tergantung pada apa yang telah terjadi yang terjadi di masa lalu (keberhasilan atau kegagalan), apa yang orang lain katakan kepada mereka, dan penilaian terhadap kemampuan mereka sendiri.
-Rotter’s Social Learning Theory: Expectancies
Salah satu pola merespons yang sangat penting dalam pandangan Rotter adalah konsepnya tentang locus of control, yaitu kecenderungan orang untuk berasumsi bahwa mereka memiliki kendali atau tidak memiliki kendali atas peristiwa dan konsekuensi dalam hidup mereka. Orang yang beranggapan bahwa tindakan dan keputusan mereka sendiri secara langsung mempengaruhi konsekuensi yang mereka alami dikatakan internal dalam locus of control, sedangkan orang yang beranggapan bahwa hidup mereka lebih dikendalikan oleh orang lain, keberuntungan, atau nasib adalah eksternal dalam locus of control.
Menurut Rotter, ekspektasi dan nilai penguatan adalah dua komponen utama yang memengaruhi keputusan seseorang untuk bertindak dalam situasi tertentu. Rasa efikasi diri yang tinggi dan harapan untuk sukses sama-sama didasarkan pada pengalaman masa lalu. Nilai penguatan menunjukkan bahwa seseorang lebih suka penguat tertentu daripada konsekuensi penguat lainnya. Kondisi atau peristiwa yang menarik bagi kita memiliki nilai penguatan yang lebih besar daripada penguat lainnya.
3. Humanistik
Maslow dan Rogers (1961) berpendapat bahwa manusia selalu berusaha untuk memaksimalkan kemampuan dan kapasitas bawaan mereka dan menjadi segala sesuatu yang dimungkinkan oleh potensi genetik mereka. Alat penting dalam aktualisasi diri manusia adalah pengembangan citra diri sendiri atau konsep diri.
-Real and Ideal Self
Dua komponen penting dari konsep diri adalah diri yang sebenarnya (persepsi aktual seseorang tentang karakteristik, sifat, dan kemampuan yang menjadi dasar perjuangan untuk aktualisasi diri) dan diri ideal (persepsi tentang seperti apa seseorang seharusnya). Rogers berpendapat bahwa orang merasa kompeten dan mampu ketika diri yang sebenarnya dan diri yang ideal sangat dekat atau mirip satu sama lain. Namun, ketika ada ketidakcocokan antara keduanya, kecemasan dan perilaku neurotik dapat muncul. Ketika pandangan seseorang terhadap diri sendiri terdistorsi atau diri yang ideal tidak mungkin dicapai, maka masalah akan muncul.
- Conditional and Unconditional Positive Regard
Rogers mendefinisikan penghargaan positif sebagai kehangatan, kasih sayang, cinta, dan rasa hormat yang berasal dari orang lain. Rogers percaya bahwa penghargaan positif tanpa syarat, atau cinta, kasih sayang, dan rasa hormat tanpa pamrih, diperlukan agar orang dapat mengeksplorasi sepenuhnya semua yang dapat mereka capai.
Bagi Rogers, orang yang berfungsi penuh adalah seseorang yang sedang dalam proses mengaktualisasikan diri secara aktif mengeksplorasi potensi dan kemampuan serta mengalami kecocokan antara diri yang nyata dan diri yang ideal. Menurut Rogers (1961), orang yang berfungsi penuh berhubungan dengan perasaan dan kemampuan mereka sendiri dan mampu mempercayai dorongan dan intuisi terdalam mereka.
4. Teori Trait
Teori trait adalah teori-teori yang berusaha menggambarkan karakteristik yang membentuk kepribadian manusia dalam upaya memprediksi perilaku di masa depan. Trait adalah cara berpikir, merasakan, atau berperilaku yang konsisten dan bertahan lama, dan teori-teori trait berusaha menggambarkan kepribadian dalam kaitannya dengan sifat-sifat seseorang.
Cattel and the 16PF
Raymond Cattell (1990) mendefinisikan dua jenis sifat sebagai sifat permukaan dan sifat sumber. Ciri-ciri sifat permukaan, menurut Allport, mewakili sifat kepribadian yang mudah dilihat orang lain. Sifat-sifat sumber adalah sifat-sifat yang mendasari sifat-sifat permukaan. Misalnya, rasa pemalu, pendiam, dan tidak menyukai orang banyak mungkin hanya sifat permukaan yang terkait dengan sifat sumber yang lebih mendasar, yaitu introversi atau kecenderungan untuk menghindari stimulasi yang berlebihan.
- Modern Trait Theories: the Big Five
a. Openness/Keterbukaan, yaitu kesediaan seseorang untuk mencoba hal-hal baru dan terbuka terhadap pengalaman baru.
b. Conscientiousness/Ketelitian, yaitu mengacu pada motivasi seseorang, dan individu yang mendapat nilai tinggi dalam aspek ini adalah mereka yang berhati-hati dengan waktu dan barang-barangnya.
c. Extravertion, adalah istilah yang pertama kali digunakan oleh Carl Jung (1933), yang percaya bahwa semua orang dapat dibagi menjadi dua tipe kepribadian yaitu ekstravert dan introvert. Ekstraversi bersifat ramah dan mudah bergaul, sedangkan introvert lebih suka menyendiri dan tidak suka menjadi pusat perhatian.
d. Agreeableness/Keramahan, mengacu pada gaya emosional dasar seseorang yang mungkin mudah bergaul, ramah, dan menyenangkan atau pemarah dan sulit bergaul.
e. Neurotism, mengacu pada ketidakstabilan atau stabilitas emosi. Orang yang berlebihan, cemas, dan murung akan mendapat skor tinggi pada dimensi ini, sedangkan mereka yang lebih tenang akan mendapat skor rendah.
5. Pengukuran Kepribadian (assessment)
1. Behavioral Assesment
Dalam observasi langsung, psikolog melihat klien mereka berpartisipasi dalam perilaku sehari-hari mereka, biasanya dalam lingkungan alami di rumah, sekolah, atau tempat kerja mereka. Metode lain yang sering digunakan oleh terapis perilaku adalah peringkat skala dan jumlah frekuensi. Baik penilai maupun klien memberikan rating numerik untuk perilaku tertentu dalam skala penilaian. Dalam hitungan frekuensi, penilai secara harfiah menghitung frekuensi perilaku tertentu dalam jangka waktu tertentu.
2. Interview
Yaitu metode penilaian kepribadian dimana profesional mengajukan pertanyaan-pertanyaan dari klien dan memungkinkan klien klien untuk menjawab, baik secara terstruktur maupun tidak terstruktur.
3. Personality Inventories
Penilaian berupa kusioner yang memiliki daftar pertanyaan standar dan hanya membutuhkan jawaban spesifik tertentu, seperti seperti "ya", "tidak", dan "tidak dapat memutuskan".
- pengaruh lingkungan dan genetik terhadap kepribadian
Bidang genetika perilaku dikhususkan untuk mempelajari seberapa besar kepribadian seseorang disebabkan oleh sifat-sifat yang diwariskan.
1. Twin Studies
Kembar identik berbagi seratus persen materi genetik mereka dari satu sel telur yang dibuahi, sedangkan kembar fraternal hanya berbagi sekitar lima puluh persen. Dengan membandingkan kembar identik dan fraternal, terutama ketika kembar yang tidak dibesarkan di lingkungan yang sama, para peneliti dapat mulai menemukan bukti adanya pengaruh genetik pada berbagai sifat termasuk kepribadian.
kembar identik lebih mirip daripada kembar fraternal atau orang yang tidak memiliki hubungan darah dalam hal kecerdasan, kemampuan kepemimpinan, kecenderungan untuk mengikuti aturan, dan kecenderungan untuk menjunjung tinggi ekspektasi budaya tradisional.
- Adoption Studies
Alat lain dari ahli genetika perilaku adalah mempelajari anak adopsi dan keluarga angkat serta keluarga kandung mereka. Studi adopsi telah mengkonfirmasi apa yang telah ditunjukkan oleh studi kembar: Pengaruh genetik menyumbang banyak pada perkembangan kepribadian, terlepas dari lingkungan yang sama atau tidak sama.
Referensi:
Ciccarelli, Saundra, K.; White, J. Noland. 2017. Psychology 5th Ed. Pearson Education. New Jersey
Komentar
Posting Komentar